
MAKASSAR/JS – Anggota DPRD Kota Makassar, Hj. A. Suhada Sappaile, kembali menggelar reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Jalan Gunung Nona Baru, Kecamatan Makassar, Kamis (12/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, legislator Fraksi PDI Perjuangan itu tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga mensosialisasikan pemanfaatan aplikasi Lontara+ sebagai sarana pengaduan dan layanan publik berbasis digital.
Suhada mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan aplikasi Lontara+ dan memanfaatkan berbagai fitur aduan yang tersedia di dalamnya.
“Dengan Lontara+, kita bisa adukan berbagai masalah di situ seperti pohon tumbang, layanan kesehatan yang kurang baik, atau drainase,” jelasnya di hadapan warga.
Ia menegaskan, layanan aduan dalam aplikasi tersebut terbukti cepat direspons oleh instansi terkait. Menurutnya, inovasi digital dari Pemerintah Kota Makassar ini mampu menjawab berbagai keluhan masyarakat secara lebih efektif dan efisien.
“Hanya dengan aplikasi semua keluhan bisa terakomodir. Tidak perlu lagi mengadu langsung ke kantor,” lanjut Anggota Komisi D DPRD Makassar yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat itu.
Diketahui, LONTARA+ (Lontara Plus) merupakan super app resmi Pemerintah Kota Makassar yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform digital versi 1.0. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik.
Melalui Lontara+, masyarakat dapat mengakses layanan aduan publik, telemedicine, hingga berbagai informasi seputar kota. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Play Store dan App Store.
Melalui sosialisasi ini, Suhada berharap masyarakat semakin melek digital dan aktif memanfaatkan teknologi untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.(Ricky)
0 Komentar