Makassar/JS.id Jumat 22/5/2026 Ketua BNM Sulsel, Hamka Hamid, menggelar pertemuan bersama tokoh perfilman nasional Luthfi Sato yang lebih dikenal dengan nama Haji Matto, di lantai 19 Graha Pena Makassar. Pertemuan tersebut turut didampingi Ketua BNM Makassar, Bang Ito, serta membahas berbagai program kreatif untuk generasi muda melalui dunia perfilman dan edukasi sosial.
Dalam pertemuan itu, BNM Sulsel juga menggandeng Coach Indonesia Ceria (Cindocer), Ibu Shary Kamarong, sebagai bagian dari kolaborasi membangun semangat positif dan ruang pengembangan potensi anak muda melalui pendekatan kreatif dan inspiratif.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan lomba film pendek bertajuk “Aku Hanya Ingin Didengar” yang rencananya akan digelar pada Agustus mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, dan komunitas kreatif untuk menyampaikan pesan sosial melalui karya film yang menyentuh realita kehidupan generasi saat ini.
Hamka Hamid menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga gerakan sosial untuk membuka ruang dialog bagi anak muda yang selama ini merasa kurang didengar.
“Banyak anak muda menyimpan masalah sendiri, mencari pelarian, bahkan kehilangan arah karena tidak memiliki tempat bercerita. Melalui film pendek ini, kami ingin menghadirkan ruang agar suara mereka bisa didengar,” ujarnya.
Luthfi Sato atau Haji Matto yang dikenal lewat film Molulo dan Coto vs Konro, menyambut baik langkah tersebut. Tokoh film asal Makassar yang kini telah merambah ke tingkat nasional itu menilai perfilman dapat menjadi media edukasi dan perubahan sosial yang kuat apabila diarahkan dengan pesan-pesan positif.
Selain dikenal sebagai aktor, Luthfi Sato juga aktif sebagai Coach Acting, Director, Enterpreneurship, Motivator, dan Speaker, yang selama ini banyak terlibat dalam pengembangan bakat dan motivasi generasi muda di bidang kreatif.
Ketua BNM Makassar, Bang Ito, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan sosial dapat dikemas dengan cara yang lebih kreatif, dekat dengan anak muda, namun tetap membawa nilai moral dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Rencananya, lomba film pendek “Aku Hanya Ingin Didengar” akan melibatkan sineas muda dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan dirangkaikan dengan edukasi perfilman, pelatihan kreatif, serta kampanye sosial untuk membangun generasi yang lebih peduli, berani berbicara, dan saling mendengarkan.
Laporan: Ricky santoso

0 Komentar