Seorang Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas), Kritik Pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan

Sulsel/JS--Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas), Endang Sari, mengkritik pernyataan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terkait aksi warga menanam pohon pisang di jalan rusak.


Endang menilai respons kepala daerah terhadap kritik publik seharusnya mengedepankan komunikasi yang terbuka.


Bukan pernyataan yang dapat dimaknai sebagai penolakan terhadap ekspresi kekecewaan masyarakat.


“Yang pertama saya soroti adalah pola komunikasi politik kepala daerah dalam merespons kritik publik. Sebagai pemimpin publik, apalagi gubernur, tentu harus siap dikritik karena itu konsekuensi dari jabatan yang diemban,” kata Endang, Rabu (8/7/2026).


Kritik masyarakat merupakan bagian dari demokrasi yang harus diterima oleh setiap pejabat publik.


“Menjawab kritik dengan ancaman adalah hal yang saya kira sangat salah dilakukan oleh seorang pejabat publik. Konsekuensi menjadi pejabat publik adalah harus terbuka terhadap kritik masyarakat,” ujarnya.


Endang mengingatkan jabatan gubernur merupakan amanah yang diberikan rakyat melalui pemilihan kepala daerah.


Karena itu, masyarakat berhak menyampaikan kritik apabila pelayanan publik belum memenuhi harapan.(Sumber FB/red) 

0 Komentar