Gandeng Pemuda LIRA, Ketapang Domino Club Gelar Turnamen Domino di Aula Dinas Ketahanan Pangan Bantaeng


BANTAENG/JS--Di saat sejumlah daerah diwarnai aksi demonstrasi para penyuluh pertanian, komunitas Ketapang Domino Club Lembang Bantaeng memilih jalan berbeda. Didukung Pemuda LIRA sebagai sponsor, komunitas tersebut menggelar Turnamen Domino untuk mempererat hubungan antara petani dan penyuluh pertanian.


Berdasarkan informasi pada spanduk resmi panitia, turnamen akan dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 10.00 Wita, bertempat di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan petani dan penyuluh pertanian dari berbagai wilayah di Bantaeng, dengan mengusung tema "Mari Main Sportif dan Jujur".


Ketua Panitia, Syamsibar, mengatakan turnamen ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Tani yang jatuh setiap tanggal 24 September. Selain kompetisi, acara ini menjadi ajang silaturahmi.


"Lomba domino ini sebagai ajang silaturahim, dimana dalam hal ini dirangkaikan dengan Hari Tani yang diperingati setiap tanggal 24 September," ujar Syamsibar.


Sementara Dewan Pembina kegiatan yang juga Bhabinkamtibmas Kelurahan Lembang, Suhardi, menyampaikan turnamen ini diharapkan mampu mempersempit ruang perselisihan di masyarakat.


"Diharapkan dengan acara ini, kerjasama dan komunikasi antara seluruh pihak dapat mempersempit ruang terjadinya perselisihan di dalam masyarakat," katanya.


Ketua Pemuda LIRA Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, yang hadir sebagai sponsor kegiatan, mengapresiasi pendekatan humanis yang dipilih para penyuluh dan petani di Bantaeng.


"Ini sebagai bentuk penyampaian kepada pemerintah yang tak harus dengan jalan aksi demo. Di Bantaeng kecenderungan baik penyuluh pertanian maupun petani melihat pendekatan lebih humanis serta mengedepankan musyawarah ketimbang aksi demo," tegas Andi Yusdanar.


Panitia menyiapkan total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang. Juara pertama Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, juara ketiga Rp1,5 juta, dan juara keempat Rp500 ribu.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Abdul Azis mantan Kadis Pertanian Bantaeng menurutnya giat tersebut merupakan ruang positif. 


"Perlu digiatkan kegiatan seperti ini menjadi ruang-ruang komunikasi aktif antara penyuluh pertanian dengann petani".

Laporan: Ira

0 Komentar