Menuju Swasembada Jagung, Bupati Bantaeng Bersama Unhas Tanam Jagung JJUH

BANTAENG/JS--Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menggelar Penanaman Jagung Jagung Jago Unhas (JJUH) dalam rangka Program Penangkaran Parent Seed (Benih Induk). Penanaman yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Unhas dan Taiwan ICDF (International Cooperation and Development Fund) ini, digelar di Dusun Lembang Loe, Kecamatan Pa'jukukang, Selasa, 15 September 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng turut menyerahkan bantuan alat dan mesin Pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian berupa 4 Tractor Roda Crawler dan 1 unit Drone. Selain itu ada 2 hand tractor dari Bank Indonesia. 


Bupati Bantaeng Uji Nurdin memberikan apresiasi kepada Fakultas Pertanian Unhas. Mengingat, penanaman Jagung JJUH ini membantu petani karena bibit dan pestisida turut disediakan. 


"Kami sangat berterimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya. Karena program ini tentunya sangat bermanfaat untuk petani kita di Bantaeng, " kata Bupati. 


Dirinya menilai, keberhasilan penanaman jagung JJUH ini secara langsung menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo yakni swasembada jagung. 

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat, seluruh petani yang sudah ikut mendukung program pemerintah ini, terutama program Bapak Presiden Prabowo Subianto terkait program swasembada jagung, " bebernya. 


Sementara Kadis Pertanian Bantaeng, Mahyudin mengatakan kegiatan penanaman jagung JJUH dalam Program Penangkaran Parent Seed ini merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya kita untuk memperkuat pembangunan pertanian, khususnya dalam mendukung ketersediaan benih jagung yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.


"Ketersediaan benih merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan produksi pertanian. Benih yang bermutu, didukung dengan teknologi budidaya yang tepat serta kemampuan petani dalam melakukan penangkaran, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas jagung, " Katanya. 


Dirinya berharap, melalui kegiatan ini, para petani tidak hanya memperoleh pengalaman dalam proses penanaman dan penangkaran, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan sehingga ke depan dapat menjadi bagian dari penguatan sistem perbenihan jagung di Kabupaten Bantaeng.


"Kami menyadari bahwa keberhasilan program pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, penyuluh, hingga petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, " Pungkasnya.

Laporan: Ira

0 Komentar